Bersyukur atas penolakan
Oleh: Stevanus Lee Manusama
Bersyukurlah
ketika anda ditolak. Jelas yang saya maksud bukan, “sukurin!” Kenapa
mengutuk selagi bisa mengucap berkat? (Lukas 6:31) Syukur yang saya
maksudkan di sini adalah bersyukur dalam arti yang sebenarnya.
Mengapa perlu bersyukur ketika anda ditolak?
1. Untuk mensyukuri bahwa anda setidaknya tahu bahwa dia bukanlah jodoh
anda, mengetahui ini bukanlah waktu yang tepat untuk anda melangsungkan
hubungan dengannya, atau bahkan mungkin itu bukanlah lokasi
‘penembakan’ yang tepat untuk anda. Kita seharusnya bersyukur karena
walaupun mungkin dia bukan orang yang tepat, atau mungkin waktunya yang
tidak tepat, maupun tempatnya yang tidak tepat, kita masih punya
waktu-waktu lain, masih punya lokasi yang mungkin lebih romantis, atau
bahkan jodoh yang tersembunyi di suatu tempat.
2. Alasan yang
kedua karena anda bisa merasakan seperti apa yang dirasakan oleh
Kristus, yakni penolakan dari umatNYA. Walau memang penolakan yang anda
rasakan tidak serupa dengan yang Ia rasakan. Mengapa saya bilang beda?
Karena penolakan yang Ia terima justru berasal dari umatNYA. Sebelumnya
kita adalah milikNYA, tetapi kita menolakNYA, itu sama artinya dengan
mengkhianati cinta yang telah lama berlangsung. Belum lagi ketika
Kristus dihina setelah ditolak. Ibaratnya setelah putus cinta, sang
mantan malah menghina, tentu Kristus akan merasakan rasa sakit hati yang
luar biasa. Hal ini jelas berbeda dengan cinta yang sama sekali belum
dimulai bukan? Ketika anda dikhianati, jelas anda harus berusaha untuk
mengampuni, sama ketika Kristus juga mengampuni (Lukas 23:34).
Bersyukurlah karena paling tidak kita merasakan sebagian kecil dari apa
yang Kristus rasakan.
3. Anda tidak punya alasan untuk merasa
tersakiti ketika ditolak. Kenapa anda tidak punya alasan untuk merasa
tersakiti? Karena cinta tidak bisa dipaksakan. Ketika anda merasa
tersakiti saat ia menolak anda, sebenarnya siapa yang sedang menyakiti
diri anda? Jelas diri anda sendiri! Anda melakukan sesuatu yang
menyakiti diri anda, dan anda malah menganggap orang lain sedang
menyakiti anda? Sungguh suatu hal yang aneh bukan? Ingat saja pada Amsal
11:17
“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar